SUMSELTIME.COM, Palembang – Ribuan pelayat dari berbagai kalangan terus berdatangan untuk memberikan penghormatan dan menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Kms H Abdul Halim Ali, termasuk Direktur Utama (Dirut) Bank Mandiri, Riduan, pada Kamis (22/1/2026) malam.
Suasana duka menyelimuti rumah duka yang beralamat di Jalan M Isa, Riduan yang merupakan putra asli Palembang ini tiba di lokasi sekitar pukul 20.50 WIB dan meninggalkan rumah duka sekitar pukul 22.00 WIB.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan rasa bela sungkawa yang mendalam atas berpulangnya sosok yang ia anggap sebagai tokoh besar bagi Palembang dan Sumatera Selatan (Sumsel).
Sebagai pimpinan Bank Mandiri, Riduan memberikan kesaksian mengenai hubungan profesional almarhum dengan perbankan. Ia mengungkapkan bahwa Haji Halim adalah nasabah setia Bank Mandiri sejak tahun 1960 an.
“Almarhum adalah nasabah Bank Mandiri sejak tahun 1960 an. Dan sampai almarhum wafat tidak memiliki cacat di Bank Mandiri. Seluruh kewajiban dan utangnya dibayar dengan sangat baik,” ujar Riduan.
Ia menambahkan bahwa almarhum merupakan contoh nyata pengusaha yang tumbuh dari bawah hingga menjadi besar tanpa melupakan integritas.
“Kita harus mencontoh almarhum, orang yang berusaha dari bawah, hingga besar, tapi tidak lupa dengan masyarakat, para ulama, dan masjid,” imbuhnya.
Selain itu, Riduan juga mengenang Haji Halim sebagai sosok yang sangat dermawan dan ahli sedekah. Ia meyakini amal jariyah yang ditinggalkan almarhum, seperti bantuan untuk fakir miskin, Masjid, hingga pembangunan Masjid, akan menjadi pahala yang tidak terputus.
“Kita kehilangan tokoh besar. Beliau banyak berbuat baik untuk masjid, fakir miskin, dan kyai. Saya secara pribadi merasa sangat kehilangan karena hubungan kami cukup dekat,” ungkapnya dengan nada sedih.
Di tempat yang sama, putra almarhum, Kms H M Umar Halim, menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ribuan pelayat yang telah hadir dan mendoakan ayahandanya.
“Semoga doa baik kita semua diijabah Allah, dan menjadi ladang pahala,” tutup Kms Umar Halim.
Diketahui, Haji Halim wafat dalam usia 88 tahun, berdasarkan informasi, jenazah akan disolatkan di Masjid Agung Palembang selesai Solat Jumat, dan direncanakan akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Jalan M Isa, serta pelepasan jenazah dilakukan oleh Gubernur Sumsel Herman Deru.








