Gubernur Sumsel Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas Lewat Digitalisasi

SUMSELTIME.COM,Palembang – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru secara resmi melepas tim Jelajah UMKM Sumsel 2026 yang digagas oleh Bisnis Indonesia Group di halaman Kantor Gubernur Sumsel, Kamis (27/8/2026).

Program perdana ini hadir sebagai langkah strategis untuk memotret realitas, potensi, hingga tantangan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Sumatera Selatan.

Presiden Direktur Bisnis Indonesia Group, Arif Budisusilo, mengungkapkan bahwa inisiatif ini lahir dari optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi daerah di tengah dinamika dan tantangan global yang tidak mudah.

“Kami memilih menjelajahi aktivitas UMKM karena meyakini para pelaku ekonomi ini memiliki daya tahan yang tangguh dalam menghadapi berbagai situasi bisnis. Melalui program ini, kami ingin memotret kondisi riil di lapangan secara objektif agar masyarakat luas mengetahui bahwa ekonomi kita memiliki potensi besar untuk terus berkembang,” ujar Arif.

Gubernur Sumsel Herman Deru menyambut baik sinergi ini dan menegaskan bahwa kolaborasi dengan media nasional seperti Bisnis Indonesia bukan sekadar agenda rutin, melainkan dorongan nyata untuk memajukan perekonomian daerah. Saat ini, pelaku UMKM menyumbang porsi signifikan terhadap perekonomian Sumatera Selatan, yakni berada di kisaran 10 persen.

Herman Deru menilai, pemerintah provinsi telah melakukan berbagai upaya pendampingan, mulai dari peningkatan keterampilan (upskilling), fasilitasi akses permodalan, hingga perluasan akses pasar. Namun, peran media sangat krusial dalam memperkuat visibilitas dan branding produk lokal.

“Apapun produknya, jika jaringannya terjalin dengan baik, akses pasar akan terbuka lebar. Tugas kita bersama adalah mengeskalasi kapasitas UMKM agar mereka benar-benar naik kelas,” tegas Herman Deru.

Lebih lanjut, HD menyoroti pentingnya adaptasi digital bagi para pelaku usaha muda dan kreatif di Sumsel. Dengan tingkat literasi keuangan masyarakat Sumsel yang tinggi terbukti dari raihnya penghargaan peringkat pertama dari OJK kematangan dalam pengelolaan finansial tersebut harus diimbangi dengan pemanfaatan teknologi digital secara optimal.

“Harapan saya, setelah proses jelajah ini selesai, Bisnis Indonesia dapat memberikan potret komprehensif serta masukan konstruktif bagi pemerintah daerah. Kita ingin mendorong anak-anak muda kreatif ini tidak hanya memajang produk di rumah, tetapi mampu mengemas dan memasarkannya melalui ekosistem digital,” tambahnya.

Melalui pelepasan tim jelajah ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berharap kolaborasi lintas sektor termasuk dukungan dari dunia perbankan seperti Bank Sumsel Babel (BSB) dapat memberikan kepastian bagi pelaku UMKM bahwa mereka tidak berjuang sendirian dalam menyongsong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.(Zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *