SUMSELTIME.COM, Palembang – Pemerintah Kota Palembang menunjukkan keseriusan luar biasa dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Dalam rapat lanjutan evaluasi pelaksanaan verifikasi dan sosialisasi teknis kegiatan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) 2026, Wali Kota Palembang Ratu Dewa menegaskan komitmen penuh untuk memperbaiki 1.000 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayah Palembang, Senin (16/3/2026).
Program BSPS yang digulirkan melalui Balai P3KP Sumatera V ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan masyarakat kecil dapat menikmati hunian yang layak.
Hingga kini, data penerima manfaat yang telah diverifikasi baru mencapai sekitar 700 rumah. Ratu Dewa pun memberikan instruksi tegas agar proses verifikasi dipercepat demi memenuhi target kuota.
“Saya kasih batas waktu sampai besok, hari Selasa. Insya Allah semua persyaratan sudah bisa terpenuhi. Minimal satu kelurahan harus ada 10 rumah yang direhabilitasi menjadi layak,” tegas Ratu Dewa.
Bantuan BSPS bersifat stimulan, artinya pemerintah pusat hanya menyediakan dana awal. Sisanya, masyarakat penerima manfaat diharapkan berpartisipasi aktif dengan menambah biaya secara swadaya.
Konsep gotong royong pun kembali digelorakan, di mana warga sekitar diharapkan ikut membantu dengan tenaga tukang maupun material tambahan.
“Warga bisa menambah kekurangan biaya secara mandiri jika ingin meningkatkan kualitas bangunan lebih lanjut. Dukungan lingkungan sekitar juga sangat penting,” tambahnya.
Tak hanya berhenti pada perbaikan fisik bangunan, Wali Kota Palembang juga berencana menggelar pertemuan dengan pihak perbankan dan pengembang pada pekan depan.
Agenda ini bertujuan memastikan penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran serta membuka peluang program pendukung lain yang bisa langsung menyentuh masyarakat bawah.
Orang nomor satu di kota tertua di Indonesia ini, Program ini diharapkan menjadi titik balik bagi ribuan keluarga di Palembang yang selama ini tinggal di rumah tidak layak huni.
Dengan adanya BSPS, bukan hanya kualitas bangunan yang meningkat, tetapi juga martabat dan kesejahteraan masyarakat.








