10 Wilayah di Sumsel Waspada Bencana

SUMSELTIME.COM, Palembang – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) secara resmi menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi di sepuluh wilayah kabupaten dan kota.

Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya intensitas hujan serta potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan terus berlangsung hingga awal tahun 2026.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, menjelaskan bahwa penetapan status ini sangat penting untuk mempercepat proses penanganan, mulai dari pemetaan wilayah rawan, penyiapan personel dan peralatan, hingga penguatan koordinasi lintas instansi.

Adapun sepuluh daerah yang telah menetapkan status siaga darurat tersebut meliputi Kabupaten Ogan Komering Ulu, OKU Selatan, Musi Banyuasin, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Musi Rawas Utara, dan Banyuasin.

Selain tingkat kabupaten, status serupa juga ditetapkan oleh Kota Pagar Alam, Prabumulih, dan Lubuklinggau. Keputusan ini didasarkan pada data sepanjang tahun 2025 yang mencatat adanya 259 kejadian bencana di Sumatera Selatan, dengan dominasi kejadian berupa banjir dan angin kencang yang telah memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.

Dampak bencana sepanjang tahun 2025 tercatat telah merusak ratusan rumah warga serta merendam puluhan ribu hunian lainnya.

Selain permukiman, fasilitas umum seperti gedung sekolah, tempat ibadah, dan sarana kesehatan juga tidak luput dari kerusakan.

Sektor pertanian pun mengalami kerugian besar dengan ribuan hektare sawah dan perkebunan yang terdampak, ditambah kerusakan pada belasan jembatan dan jaringan irigasi.

Secara keseluruhan, puluhan ribu kepala keluarga terdampak oleh rangkaian bencana ini, dengan catatan adanya korban luka hingga korban jiwa.

Menghadapi puncak musim hujan yang diperkirakan terjadi pada masa libur Natal dan Tahun Baru, BPBD Sumsel mengimbau seluruh jajaran pemerintah daerah untuk memperkuat mitigasi dan memastikan kesiapan logistik serta jalur komunikasi darurat.

Masyarakat, terutama yang bermukim di pinggiran sungai, dataran rendah, dan lereng perbukitan, diminta untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra.

Warga diharapkan segera melapor kepada petugas jika melihat tanda-tanda potensi bencana agar risiko jatuhnya korban dan kerugian materiil dapat diminimalisir di tengah cuaca yang sulit diprediksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *