SUMSELTIME.COM, Palembang – Perjalanan karir H. Ilyas Hasbullah, S.E., M.Si. (65 tahun), politisi senior dari Partai Demokrat, adalah studi kasus tentang dedikasi ganda, pengabdian di ruang kuliah dan pengabdian di kursi legislatif.
Lahir 27 Juni 1960, Ilyas Hasbullah tidak hanya dikenal sebagai legislator yang berhasil menduduki kursi DPRD Palembang selama empat periode (2004-2009, 2009-2014, 2019-2024, dan 2024-2029), tetapi juga sebagai seorang akademisi.
Sebelum namanya dikenal luas di panggung politik, khususnya di Kota Palembang, H Ilyas Hasbullah menghabiskan lebih dari dua dekade (1989-2011) sebagai dosen aktif di berbagai perguruan tinggi swasta terkemuka di Sumatera Selatan.
Lulusan S1 Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya (Unsri) dan Pasca Sarjana Universitas Brawijaya Malang ini mendedikasikan ilmunya di Universitas Tridinanti (termasuk Pasca Sarjana MM), Universitas PGRI, Universitas Indo Global Mandiri, STIM Amkop Palembang, hingga STIE Dwi Sakti Baturaja. Pengalaman ini membentuk fondasi berpikir yang analitis dan terstruktur, modal penting saat ia beralih ke ranah kebijakan publik.
Transisi ke dunia politik dimulai saat ia bergabung dengan Partai Demokrat. Konsistensi Ilyas Hasbullah terbukti dengan kepercayaan partai untuk selalu duduk di Badan Anggaran (Banggar) DPRD kota Palembang sampai saat ini.
Karir legislatifnya terus meningkat dengan jabatan pernah ia emban, dan saat inimenjabat Ketua Komisi II untuk periode 2024-2029. Sebelumnya, ia telah memimpin komisi lain, Ketua Komisi III (2007-2009) dan Ketua Komisi I (2012-2014).
Menariknya, di sela-sela karir politiknya, Ilyas Hasbullah sempat menjajal peran eksekutif. Antara tahun 2015 hingga 2018, ia dipercaya menahkodai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Palembang, PT Patralog, sebagai Direktur Utama, menambah dimensi pengalaman manajerialnya.
Kombinasi pengalaman sebagai dosen, legislator, dan Dirut BUMD membuat Ilyas Hasbullah memiliki pandangan yang holistik dalam merumuskan kebijakan. Prinsip hidup yang ia pegang teguh mencerminkan integritasnya:
“Hidup Harus Punya Prinsip yang kuat.”
Prinsip ini diterjemahkan menjadi Visi pengabdiannya yang berfokus pada pelayanan publik. “Bekerja dengan hati, kedepankan kebaikan, untuk kepentingan masyarakat banyak.”
Sosok H. Ilyas Hasbullah berdiri sebagai contoh bagaimana latar belakang akademik yang kuat dapat menjadi landasan bagi karir politik yang panjang, konsisten, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat banyak.






