Bos Tapera : Mayoritas Rumah Subsidi Dibeli Gen Z

SUMSELTIME.COM, Jakarta – Harga rumah yang semakin mahal menimbulkan anggapan bahwa anak muda seperti Gen Z dan milenial lebih tertarik ngontrak daripada beli rumah. Meski demikian, BP Tapera mencatatkan kedua kelompok tersebut justru mendominasi dalam pembelian rumah subsidi.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan sebanyak 172.991 rumah subsidi dibeli oleh masyarakat berusia 19-30 tahun. Angka tersebut mencakup 62 persen dari total penyaluran 278.856 unit.

“62 persen yang mengakses FLPP adalah milenial dan Gen Z,” ujar Heru dalam acara ‘Silaturahmi dan Koordinasi Awal Tahun Ekosistem Perumahan’ di Kantor Kementerian PKP, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026).

Untuk diketahui, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) adalah program pembiayaan rumah subsidi.

Menurutnya, banyak milenial dan Gen Z yang sudah mulai sadar pentingnya memiliki rumah. Rumah subsidi semakin menarik bagi Gen Z dan milenial serta potensi marketnya sangat besar.
Heru menyebut data tersebut menepis anggapan Gen Z dan milenial malas mempunyai rumah dan memilih sewa.

Ia pun menceritakan banyak debitur FLPP yang didatangi secara spontan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) saat kunjungan. Banyak debitur merupakan anak muda yang masih lajang serta berani memutuskan buat miliki rumah sendiri dengan cara mengangsur.

“Ini menunjukkan bahwa preferensi anak-anak muda masih sangat tinggi terhadap pemilikan rumah sebagai investasi masa depan mereka,” katanya.

Data sepanjang 2025 tersebut membawa harapan baru bahwa potensi pasar rumah subsidi tapak bagus di 2026. Adapun rumah subsidi akan segera dikembangkan menjadi rumah susun tahun ini.

Selain itu, Heru melaporkan capaian penyaluran rumah subsidi melalui FLPP pada 2025 merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah. Total penyaluran selama 2010-2025 sebesar 1.877.000 unit.

“Pada tahun 2025 kami mencatatkan realisasi tertinggi sepanjang sejarah FLPP dengan angka realisasi 278.865 untuk rumah tapak,” kata Heru.
Sementara itu, Ara mengatakan data BP Tapera menunjukkan banyak sekali Gen Z yang bisa membeli rumah. Penerima rumah subsidi sebagian besar merupakan buruh dan usia mereka pun masih muda.

“Saudara buruh itu melihat rumah itu sebagai kebutuhan sekaligus investasi dan umurnya kan masih muda-muda. Jadi dia nggak kerasa nanti 15 tahun rata-rata mungkin 15 tahun sampai 20 tahun mereka sudah punya rumah,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *