Kadisdik Affan Prapanca Minta Sekolah Hidupkan Kembali Gerakan Peduli dan Berbudaya

SUMSELTIME.COM, Palembang – Pemkot Palembang melalui, Dians Pendidikan (Disdik) Palembang Keluarkan keluarkan Surat Edaran (SE) untuk menghidupkan kembali gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah.

SE bernomor 421/3147/Disdik-I/2025, tertanggal 11 November 2025 yang ditandatangani langsung oleh Kadisdik Affan Prapanca, di tujukan kepada seluruh satuan pendidikan di Kota Palembang, mulai dari PAUD, SD, hingga SMP, diinstruksikan untuk menggalakkan kembali Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah.

“Gerakan ini merupakan langkah strategis yang dicanangkan oleh Dinas Pendidikan Kota Palembang untuk mendukung upaya mewujudkan Palembang sebagai Kota Layak Huni berbasis Smartcity, sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan Edukasi Adiwiyata,” kata Kadisdik Kota Palembang Affan Prapanca, dikutip Rabu (12/11/2025).

Ia menjelaskan, bahwa gerakan ini berlandaskan pada Peraturan Pemerintah terkait Perencanaan Perlindungan Lingkungan Hidup dan Penyelenggaraan Perizinan Berbasis Risiko.

“Dimana tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kesadaran warga sekolah mengenai pentingnya pelestarian lingkungan, mendorong terciptanya perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari, dan membangun budaya lingkungan yang berkelanjutan,” kata Affan.

Dalam pelaksanaannya, sambung Affan, seluruh sekolah wajib mengintegrasikan program kerja yang fokus pada keberlanjutan lingkungan. Upaya ini mencakup pemantauan dan pelestarian kualitas air, seperti menjaga kebersihan lingkungan sungai, anak sungai, dan kolam retensi di sekitar sekolah.

“Pengendalian pencemaran udara juga menjadi prioritas melalui pembiasaan menanam pohon dan melakukan kegiatan penghijauan secara intensif di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Selain itu, Affan menambahkan, sekolah harus aktif dalam pengelolaan sampah dengan menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) serta mengaktifkan peran Bank Sampah Sekolah.

Penting pula bagi sekolah untuk berpartisipasi dalam program adaptasi perubahan iklim, termasuk program Kampung Iklim (ProKlim).

“Bentuk partisipasi ini diwujudkan melalui pemanfaatan air hujan, pembuatan taman sekolah, dan pengembangan kebun sayur edukatif sebagai sarana pembelajaran praktis,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *