SUMSELTIME.COM, Jakarta – Dr Jan Samuel Maringka, S.H., M.H, sosok yang lahir pada tanggal 11 Oktober 1963, adalah representasi nyata dari perjalanan karier seorang penegak hukum yang mendedikasikan hidupnya bagi negara.
Kisah pengabdiannya bukan hanya sebatas daftar jabatan, melainkan rangkaian inovasi dan komitmen yang menjadi fondasi profesionalitasnya.
Dr Jan Samuel Maringka telah menempuh perjalanan karier yang cemerlang, baik di fungsi teknis kejaksaan maupun dalam penugasan strategis di kementerian. Setiap penugasan adalah babak baru dalam perwujudan dedikasinya, yang ia tegaskan bermula dari sebuah fondasi yang kuat.
“Pengabdian pertama di daerah bukan sekadar fase awal karier, tetapi fondasi yang membentuk arah dedikasi dan profesionalitas sebagai aparat penegak hukum,” ujar Dr. Jan.
Puncak Karier dan Inovasi di Kejaksaan
Perjalanan karier Dr. Jan Maringka di Kejaksaan Agung (Kejagung) diwarnai dengan jabatan-jabatan strategis yang membuktikan kapasitas kepemimpinannya:
* Kepala Kejaksaan Negeri Tarakan (2003–2004): Pengabdian perdananya yang menjadi ‘batu pijakan’ penting, tempat ia menempa diri sebagai aparat penegak hukum.
* Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku (2015–2017) dan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (2017): Masa-masa memimpin penegakan hukum di tingkat regional.
* Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM-Intel) Kejaksaan Agung RI (2017–2020): Jabatan yang melambungkan namanya ke publik sebagai motor penggerak inovasi intelijen penegakan hukum.
Inovator di Balik Penguatan Intelijen Hukum
Pada periode menjabat sebagai JAM-Intel, Dr. Jan Maringka dikenal publik sebagai figur yang membawa semangat baru melalui sejumlah program strategis yang berdampak langsung pada masyarakat dan pembangunan nasional:
* Program Tangkap Buronan (Tabur): Program agresif dalam memburu pelaku kejahatan yang melarikan diri dari jerat hukum.
* Pengamanan Program Strategis Nasional: Menjaga proyek-proyek vital negara dari ancaman gangguan, korupsi, dan penyimpangan.
* Satuan Tugas (Satgas) Investasi: Mendorong iklim investasi yang sehat dan bebas dari hambatan hukum.
* Program Jaga Desa dan Jaga Pangan: Inisiatif yang memperkuat peran Kejaksaan hingga ke tingkat desa, memastikan pemanfaatan dana desa dan ketersediaan pangan berjalan optimal serta bebas dari penyimpangan.
Setelah sukses di Kejaksaan, Dr. Jan Maringka melanjutkan pengabdiannya sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian (2022–2023), menunjukkan adaptabilitas dan komitmennya dalam mengawasi integritas di sektor penting kedaulatan pangan.
Sebagai penutup, ia menyampaikan sebuah pesan yang menyalakan semangat bagi generasi jaksa penerus, terus meningkatkan kapasitas profesional, memperkuat koordinasi lintas lembaga, dan mempertahankan komitmen pengabdian tanpa batas kepada masyarakat dan negara.
“Dedikasi, inovasi, dan integritas, seorang aparat penegak hukum dapat menjadi penjaga keadilan sekaligus penggerak pembangunan bangsa,” pungkasnya.
Untuk diketahui, saat ini Dr Jan menjadi tenaga pengajar pada FH UNKRIS Jakarta serta menjadi Advokad yang meminpin JM Law Firm, yang bertujuan untuk tetap menjaga nurani dan rasa keadilan bagi para penerusnya




